LUMAJANG, R-SEMERU.COM | Gema dzikir Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah Al-Mutabaroh An-Nahdliyah menggema di Desa Kunir Kidul, Kabupaten Lumajang, Minggu (01/12/2026) pagi. Sekitar 4.000 hingga 5.000 jamaah dari wilayah Lumajang, Jember, hingga merambah Bali, tumpah ruah mengikuti kegiatan Triwulanan akbar yang menjadi agenda rutin tiga bulan sekali sekaligus haul Desa Kunir Kidul.
Kegiatan akbar ini dihadiri langsung oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah, Kiai Zulqarnain Anwar, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Haramain, Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Turut hadir Camat Kunir, Arif Muksin, S.P., M.M., yang mewakili Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si. (Bunda Indah).
Dalam wawancara eksklusif dengan R-SEMERU.COM, Kiai Zulqarnain Anwar menjelaskan, kegiatan turba (turun ke bawah) ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan bergilir di setiap wilayah.
“Dalam kegiatan triwulanan dari Kabupaten Lumajang, bahwasanya setiap tiga bulan sekali mengadakan turba di masing-masing wilayah, mulai dari Lumajang, Jember, bahkan sekarang mulai merambah di daerah Bali, provinsi Bali,” ujar Kiai Zulqarnain.
Ia menegaskan agenda ini telah berjalan konsisten selama tiga tahun terakhir di wilayah Jember-Lumajang, dan kini mulai dikembangkan hingga ke Provinsi Bali secara bergantian.
Estafet Keempat dari Kiai Haramain
Kepada R-SEMERU.COM, Kiai Zulqarnain Anwar menceritakan silsilah Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah yang diasuhnya. Thoriqoh ini pertama kali dibawa oleh kakeknya, Kiai Haji Haramain.
“Alhamdulillah thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah ini yang dulu yang membawa adalah kakek saya, Kiai Haji Kiai Haramain. Dilanjutkan oleh putranya, Kiai Haji Anwar, dilanjutkan oleh putranya lagi, Kiai Mudhofar, dan sekarang saya adalah estafet yang keempat sebagai mursyid,” tuturnya.
Perkembangan thoriqoh tersebut, lanjut dia, dari tahun ke tahun berkembang pesat di Nusantara, termasuk wilayah Jember yang kini memiliki banyak jamaah dari jalur Kiai Haramain.
Untuk kegiatan di Kunir Kidul pagi ini, ia memperkirakan jamaah yang hadir mencapai ribuan.
“Insyaallah kurang lebih sekitar 4.000 sampai 5.000 jamaah. Ini wilayah Lumajang dan wilayah Jember, jamaah anggota thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah,” jelasnya.
Bupati Bunda Indah Diwakili Camat Kunir
Sementara itu, Camat Kunir Arif Muksin menjelaskan kehadirannya dalam acara tersebut merupakan delegasi resmi dari Bupati Lumajang.
“Iya, jadi undangan sudah ada di Ibu Bupati, Bunda Indah, kemudian kecamatan juga ada. Informasi terbaru bahwasanya Bunda yang memang sedianya berkenan hadir karena ada uzur, mewakilkan kepada saya selaku Camat,” ujar Arif Muksin.
Mewakili Bupati Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., Camat Arif menyampaikan apresiasi tinggi atas hajat besar yang digelar Desa Kunir Kidul. Menurutnya, kegiatan haul yang dirangkai dengan dzikir akbar thoriqoh ini merupakan satu kesatuan kegiatan keagamaan yang sangat diharapkan pemerintah.
“Pada intinya beliau mengapresiasi apa yang menjadi hajatnya Desa Kunir Kidul dalam rangka haul yang merupakan satu-kesatuan dari kegiatan keagamaan kita yang memang itu yang kita harapkan. Karena apa? Sinergi kolaborasi antara alim, ulama, kemudian birokrasi, itu memang harus disinergikan,” ungkap Arif.
Lebih jauh, ia menjelaskan tujuan mulia dari pelaksanaan haul tersebut diharapkan menjadi sumber limpahan rahmat dan hidayah bagi seluruh masyarakat.
“Karena apapun itu dalam rangka haul Desa Kunir Kidul ini, yang kita inginkan adalah rahmat lil alamin, bahwasanya di situ ada limpahan rahmat, taufik, hidayah untuk Desa Kunir Kidul pada khususnya dan Kecamatan Kunir pada umumnya, sehingga Kunir bisa menjadi kecamatan yang Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur,” jelasnya.
Doa untuk Lumajang
Di akhir wawancara, Mursyid kelahiran Puger Jember ini menyampaikan harapan besar bagi masyarakat Lumajang dan sekitarnya.
“Harapan ke depan, mudah-mudahan dengan adanya thoriqoh Al-Mutabaroh Wan Naqsyabandiyah yang ada di Kabupaten Lumajang, Lumajang semakin bagus, Lumajang semakin berkembang, dan mudah-mudahan masyarakatnya diberikan keimanan serta ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, keistiqomahan ibadah kepada Allah,” harapnya.
“Dan mudah-mudahan daerah kita senantiasa mendapat rahmat dari Allah Subhanahu wa ta’ala dan dijauhkan dari musibah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkas Kiai Zulqarnain Anwar.
Kegiatan triwulanan ini menjadi bukti eksistensi thoriqoh mu’tabaroh di tapal kuda Jawa Timur dalam menjaga tradisi spiritual Nahdliyah sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah lintas daerah, dengan dukungan penuh sinergi ulama dan umaro.
Reporter: Bas

