LUMAJANG, R_SEMERU.COM | Sebanyak 118 peserta mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sabuk hijau dan kuning Pencak Organisasi (PO) Tahun 2026 di Padepokan Pencak Organisasi, Dusun Kebonarang, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat (23/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026) itu dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Pencak Organisasi Pusat, H. Bukasan, http://S.Pd., M.M.
Pembukaan turut dihadiri Plt. Kapolsek Sukodono Ipda Syaiful Anwar, S.H., M.H., Ketua Cabang PO Lumajang Suhanto, jajaran pengurus ranting, serta seluruh peserta ujian.
Pesan Kapolsek: Semakin Tinggi Ilmu, Semakin Besar Tanggung Jawab
Dalam sambutannya, Ipda Syaiful Anwar mengingatkan peserta agar menjaga kedisiplinan, mengendalikan emosi, serta tidak bersikap sombong dan arogan di tengah masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kemampuan bela diri harus diiringi pembentukan karakter dan tanggung jawab.
“Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengendalikan emosi. Peserta harus tetap rendah hati serta menjaga nama baik Pencak Organisasi dan keluarga,” tegas Syaiful.
Ia juga meminta seluruh peserta saling mengingatkan untuk menjaga perilaku dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan selama ujian berlangsung.
Sekjen PO Pusat: Berprestasi di Gelanggang, Bukan di Jalanan
Sekjen Pencak Organisasi Pusat, H. Bukasan, menegaskan UKT merupakan bagian dari regenerasi dan peningkatan kemampuan anggota melalui penerapan kurikulum perguruan.
Ia berharap anggota PO mengembangkan kemampuan bela diri untuk meraih prestasi lewat kompetisi resmi, bukan untuk mencari masalah di luar gelanggang.
“Kami ingin anggota Pencak Organisasi berprestasi di dalam gelanggang. Bukan justru bertengkar, berkelahi, atau melakukan pengeroyokan di luar arena,” ujarnya.
Bukasan juga mengingatkan pengurus agar terus memberikan pembinaan agar anggota tidak terlibat konflik yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik perguruan.
Di era media sosial saat ini, tindakan kekerasan mudah tersebar dan menjadi perhatian publik. Karena itu, setiap anggota harus mampu menjaga sikap dan mengendalikan diri.
PO, kata dia, diharapkan mampu mencetak atlet berprestasi dalam kejuaraan resmi, termasuk kompetisi yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Regenerasi dan Pembinaan Mental
Ketua Cabang PO Lumajang, Suhanto, meminta peserta mengikuti ujian dengan serius dan mematuhi arahan pelatih maupun penguji.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, persaudaraan, serta nama baik perguruan selama tiga hari pelaksanaan UKT. Peserta juga diingatkan menghormati hak milik orang lain dan menjaga sikap terhadap sesama anggota.
“UKT tidak hanya mengukur kemampuan teknik bela diri, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab anggota,” kata Suhanto.
Pembukaan UKT ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekjen PO Pusat, dilanjutkan penyematan kartu identitas peserta oleh Ketua Dewan Pendekar PO Pusat dan pembacaan doa.
Setelah prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi kepemimpinan dan hukum yang disampaikan oleh Nurhadi, S.H.
Selama pelaksanaan UKT, jajaran pengurus ranting diharapkan berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Penulis: Tim Redaksi R_SEMERU.COM

