PROBOLINGGO, R-SEMERU.COM | Wali Kota Probolinggo, Dr. H. Aminuddin, Sp.KK., M.Kes., mengajak seluruh warga dan pengurus Dewan Dakwah untuk menanam bibit mangga di rumah masing-masing. Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya menghidupkan kembali citra dan ikon Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga dan Anggur.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Dr. Aminuddin dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota dan Kabupaten Probolinggo di Aula MAN 2 Kota Probolinggo, Ahad (02/11/2026) pagi.
Ajakan menanam mangga tersebut disampaikan kepada pengurus Dewan Dakwah karena selama ini dinilai telah memberikan kontribusi besar, baik di bidang dakwah maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Citra Probolinggo selalu dihubungkan dengan mangga dan anggur. Saya mengajak keluarga besar Dewan Dakwah untuk mulai menanam bibit mangga di rumah masing-masing sebagai langkah konkret menjaga identitas kota kita,” ujar Wali Kota Aminuddin.
Ketua Dewan Dakwah Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Fathurrahman, M.Pd.I., menyambut baik ajakan tersebut dan mendorong untuk direalisasikan secara masif.
“Saya menyambut baik ajakan Pak Wali Kota. Saya berharap ajakan ini disambut dengan langkah konkret. Kalau perlu ada gerakan tanam seribu pohon mangga secara serempak di Probolinggo. Insya Allah Pimpinan Pusat Dewan Dakwah juga akan hadir,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo juga memuji langkah konsisten pengurus Dewan Dakwah Probolinggo melalui gerakan Salat Subuh Berjamaah keliling masjid.
Menurutnya, gerakan Salat Subuh Berjamaah adalah gerakan yang tidak mudah diwujudkan, namun Dewan Dakwah mampu melakukannya dan berhasil mendorong antusiasme masyarakat.
“Gerakan salat subuh berjamaah itu susah diwujudkan. Tetapi Dewan Dakwah mampu melakukan hal tersebut dan mendorong masyarakat untuk salat subuh berjamaah. Ini luar biasa,” ujar Wali Kota.
Ia mencontohkan, dari hasil keliling ke berbagai masjid saat subuh, ada masjid yang jamaahnya hanya 6, 7, 8 hingga 10 orang. Namun ada satu masjid yang jumlah jamaahnya sampai 10 shaf penuh saat kegiatan Dewan Dakwah.
“Ada masjid yang jamaahnya sampai 10 shaf. Ternyata karena dikabarkan Gus Baha akan datang. Ternyata Gus Baha tidak datang, tapi hikmahnya jumlah jamaah jadi begitu banyak. Terlepas dari itu, saya berharap gerakan salat subuh berjamaah ini terus dilanjutkan dan diperkuat,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus Dewan Dakwah Kota dan Kabupaten Probolinggo tersebut berlangsung khidmat dan diharapkan menjadi momentum sinergi antara pemerintah kota dan tokoh agama dalam membangun masyarakat yang religius dan peduli lingkungan.
Reporter: Abah Haryo

