n
LUMAJANG, R-SEMERU.COM | Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tempursari Polres Lumajang menunjukkan komitmen dan kesiapsiagaan tinggi dalam merespons musibah bencana alam yang menerjang wilayah Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (02/11/2026). Petugas kepolisian siaga maraton mengawal situasi sejak siang hingga malam hari.
Musibah tersebut dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan luapan dan kikisan deras air Sungai Glidik. Akibatnya satu unit rumah milik Tukimun (46) serta teras rumah milik MIS (40) di Dusun Pasirejo, Desa Purworejo, ambruk tergerus ke tepi aliran sungai. Di lokasi terpisah, ruas jalan kabupaten di Desa Pundungsari mengalami longsor hingga mengikis separuh bahu jalan aspal di tepi jurang yang sangat membahayakan pengguna jalan.
Menerima laporan warga, personel Polsek Tempursari langsung meluncur cepat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi, memasang garis polisi dan rambu pengaman darurat, serta memastikan keselamatan warga.
Pernyataan Resmi Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno, S.H.:
“Kehadiran kepolisian di lokasi bencana adalah prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga. Pengamanan langsung kami lakukan di Desa Purworejo dan Desa Pundungsari untuk memastikan masyarakat aman. Fokus utama kami adalah perlindungan jiwa, dan kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Iptu Sukirno saat memimpin sterilisasi lokasi.
Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi intensif dengan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lumajang agar perbaikan infrastruktur jalan yang longsor dapat segera ditangani secara teknis.
Siaga Berlanjut Malam Hari, Dampingi PMI Provinsi Jatim:
Tak berhenti di penanganan siang hari, kesiapsiagaan Polsek Tempursari berlanjut hingga malam hari. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tempursari, kepolisian bergerak cepat mendampingi tim Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur untuk melakukan asesmen langsung terhadap warga terdampak di Dusun Pasirejo, Desa Purworejo.
Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat sasaran, serta mengidentifikasi kebutuhan logistik dan kesehatan bagi korban luapan Sungai Glidik. Petugas gabungan tampak duduk bersama warga di posko darurat untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan imbauan humanis agar tetap waspada.
“Asesmen malam ini kita lakukan bersama tim PMI Provinsi dan Forkopimca agar kita mengetahui secara pasti apa saja kebutuhan paling mendesak warga. Kami juga terus mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar selalu waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan debit air susulan,” tegas Iptu Sukirno.
Aksi tanggap darurat yang konsisten dari siang hingga malam ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, mengawal keselamatan jiwa, serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah selatan Lumajang.
Reporter: Tahor

